Pernah gak, kamu buka Figma atau editor website, terus cuma bengong di depan kanvas kosong tanpa tahu harus mulai dari mana? Ini masalah yang hampir semua orang alami, baik desainer profesional maupun pemilik bisnis yang baru mau bikin website sendiri.
Kabar baiknya, kamu gak perlu mulai dari nol. Ada banyak tools dan website gratis yang bisa jadi sumber referensi, mulai dari galeri desain, koleksi font, sampai template siap pakai di Figma. Di artikel ini, kami kumpulkan 15 tools yang paling sering kami dan banyak desainer lain andalkan.
Kenapa Referensi Desain Itu Penting Sebelum Mulai?
Bukan soal meniru, tapi soal memahami pola yang sudah terbukti berhasil. Dengan melihat referensi, kamu jadi tahu tren tata letak yang sedang berjalan, kombinasi warna yang enak dilihat, sampai cara brand lain menyusun pesan mereka di halaman utama. Ini menghemat waktu sekaligus mengurangi risiko desain yang terasa asal-asalan.
Website untuk Cari Inspirasi Desain Website

1. Awwwards
Awwwards adalah galeri desain website tingkat tinggi yang menampilkan “Site of the Day” dan penghargaan lain untuk website dengan kualitas visual dan interaksi terbaik. Setiap website yang masuk galeri ini dinilai berdasarkan desain, kegunaan, kreativitas, dan konten, jadi kamu bisa belajar dari berbagai sudut, bukan cuma tampilan visualnya saja. Cocok kalau kamu ingin lihat standar desain kelas atas, meski beberapa contohnya butuh eksekusi yang cukup kompleks dan gak semuanya realistis untuk website bisnis skala kecil.
2. Recent
Reecent adalah galeri kurasi berisi lebih dari seribu website terbaik, dengan fokus pada portofolio, AI, dan proyek Web3. Kategorinya rapi, jadi kamu bisa cari inspirasi sesuai jenis website yang sedang kamu kerjakan, tanpa perlu scroll berlama-lama di antara ribuan contoh yang gak relevan.
3. Dribbble
Dribbble lebih fokus ke potongan desain UI/UX ketimbang website utuh. Cocok kalau kamu butuh ide untuk elemen kecil, seperti desain tombol, kartu produk, atau ilustrasi pendukung. Banyak desainer profesional juga mengunggah proses kerja mereka di sini, jadi kamu bisa belajar dari cara mereka menyusun komponen kecil menjadi satu kesatuan yang enak dilihat.
4. Behance
Behance menampilkan portofolio desain dari seluruh dunia, biasanya dalam bentuk studi kasus lengkap. Bagus untuk memahami proses berpikir di balik sebuah desain, bukan cuma hasil akhirnya, karena banyak desainer menyertakan tahapan riset, moodboard, sampai alasan pemilihan warna dan tipografi.
5. Land-book dan One Page Love
Kalau kamu butuh referensi landing page secara spesifik, dua situs ini fokus mengumpulkan contoh landing page dari berbagai industri, lengkap dengan struktur halaman yang bisa kamu pelajari. Ini sangat membantu kalau tujuan kamu adalah halaman yang fokus konversi, bukan sekadar tampil menarik secara visual.
Tools Cari Font Gratis untuk Website

6. Google Fonts
Ini pilihan paling populer dan paling aman digunakan. Semua font di Google Fonts open-source, jadi bisa dipakai bebas untuk proyek komersial maupun pribadi tanpa ribet soal lisensi. Koleksinya juga terus bertambah setiap tahun, dengan variasi gaya dari sans-serif modern sampai serif klasik yang cocok untuk berbagai jenis brand.
7. Adobe Fonts
Kalau kamu berlangganan Creative Cloud, Adobe Fonts memberi akses ke ribuan font berkualitas tinggi yang bisa langsung dipakai di desain maupun website. Pilihan bagus kalau kamu butuh font yang terasa lebih premium dibanding pilihan gratis pada umumnya, terutama untuk kebutuhan branding yang ingin tampil berbeda dari kompetitor.
8. Font Squirrel
Font Squirrel mengkurasi font gratis yang benar-benar aman dipakai untuk keperluan komersial, jadi kamu gak perlu khawatir soal lisensi tersembunyi. Setiap font di sini sudah dicek detail lisensinya, jadi cocok kalau kamu ingin memastikan aman dipakai untuk klien atau proyek bisnis.
9. DaFont
DaFont punya koleksi font yang sangat luas, mulai dari gaya klasik sampai tema unik seperti retro atau sci-fi. Cocok untuk kebutuhan visual yang lebih ekspresif, misalnya poster promosi atau konten media sosial. Perlu diperhatikan, gak semua font di DaFont gratis untuk komersial, jadi selalu cek lisensinya dulu sebelum dipakai di proyek klien.
Kalau kamu sedang cari font dengan tema musiman, kami juga sudah bahas lengkap di 10 Rekomendasi Font Terbaik yang Cocok di Bulan Ramadhan dan Lebaran.
Resource Figma Gratis untuk Desain UI

10. Figma Community
Ini gudang utama semua resource Figma gratis. Ribuan file dibagikan komunitas desainer dari seluruh dunia, mulai dari komponen kecil sampai design system lengkap. Kamu tinggal duplikat file yang kamu suka ke akun Figma gratis kamu.
11. Material 3 Design Kit
Ini kit resmi dari Google untuk desain berbasis Material Design 3. Cocok kalau kamu mengerjakan produk yang butuh tampilan konsisten dengan standar Android, lengkap dengan komponen navigasi, tombol, sampai dialog.
12. Untitled UI
Untitled UI adalah salah satu UI kit gratis paling populer di Figma Community, dengan komponen yang rapi dan mudah disesuaikan untuk berbagai jenis produk digital, dari dashboard sampai halaman marketing.
Sebelum masuk ke tahap desain di Figma, ada baiknya kamu pahami dulu dasar-dasarnya. Kami sudah bahas di Prinsip Dasar Desain UI/UX untuk Pemula, dan kalau kamu butuh tools tambahan untuk tahap wireframe, kami juga sudah rangkum di 5 Tools Wireframing UI/UX Terbaik yang Wajib Kamu Coba Untuk Desain Website.
Tools Tambahan yang Gak Kalah Penting

13. Coolors
Coolors membantu kamu bikin dan mengeksplorasi kombinasi warna dengan cepat. Tinggal tekan spasi untuk generate palet baru, sampai ketemu kombinasi yang pas untuk brand kamu.
14. Canva
Selain untuk desain sosial media, Canva juga bisa dipakai bikin mockup cepat atau materi pendukung sebelum masuk ke tahap desain website yang lebih detail.
15. Unsplash dan Pexels
Dua situs ini menyediakan foto stok berkualitas tinggi secara gratis, tanpa perlu atribusi rumit. Sangat membantu kalau website kamu butuh gambar pendukung yang terlihat profesional tanpa biaya tambahan.
Ringkasan 15 Tools Berdasarkan Kategori
| Kategori | Nama Tool | Kegunaan Utama | Biaya |
|---|---|---|---|
| Inspirasi Website | Awwwards | Referensi desain kelas atas | Gratis |
| Inspirasi Website | Godly | Kurasi website terbaik | Gratis |
| Inspirasi Website | Dribbble | Referensi elemen UI/UX | Gratis (fitur lanjutan berbayar) |
| Inspirasi Website | Behance | Studi kasus desain lengkap | Gratis |
| Inspirasi Website | Land-book / One Page Love | Referensi landing page | Gratis |
| Font | Google Fonts | Font open-source untuk web | Gratis |
| Font | Adobe Fonts | Font premium untuk pelanggan Creative Cloud | Berbayar (bundel Creative Cloud) |
| Font | Font Squirrel | Font gratis aman untuk komersial | Gratis |
| Font | DaFont | Font unik dan bertema | Gratis (cek lisensi tiap font) |
| Figma | Figma Community | Komponen dan UI kit gratis | Gratis |
| Figma | Material 3 Design Kit | Design system resmi Google | Gratis |
| Figma | Untitled UI | UI kit siap pakai | Gratis |
| Lainnya | Coolors | Generator palet warna | Gratis |
| Lainnya | Canva | Desain cepat dan mockup | Gratis (fitur lanjutan berbayar) |
| Lainnya | Unsplash / Pexels | Foto stok gratis | Gratis |
Alur Kerja yang Kami Sarankan untuk Pemula
Kalau kamu bingung harus mulai dari mana di antara 15 tools ini, coba ikuti urutan sederhana berikut:
- Mulai dari galeri inspirasi (Awwwards, Godly, atau Land-book) untuk menentukan gaya dan mood desain yang kamu mau, misalnya minimalis, playful, atau korporat.
- Kumpulkan 3-5 referensi yang paling mendekati visi kamu, lalu catat elemen spesifik yang kamu suka dari masing-masing, bukan cuma “suka aja.”
- Pilih font yang sesuai karakter brand dari Google Fonts atau Font Squirrel, biasanya cukup satu font untuk judul dan satu untuk teks isi.
- Bangun struktur di Figma memakai UI kit gratis seperti Untitled UI, supaya kamu gak mulai dari kanvas kosong.
- Lengkapi dengan warna dan gambar dari Coolors dan Unsplash, lalu sesuaikan dengan referensi yang sudah kamu kumpulkan di awal.
Urutan ini membantu kamu tetap fokus dan gak tersesat di antara terlalu banyak pilihan, yang justru sering jadi penyebab utama proyek desain berhenti di tengah jalan.
Cara Memakai Referensi Ini Tanpa Sekadar Meniru
Referensi desain paling berguna kalau kamu ambil prinsipnya, bukan meniru persis tampilannya. Perhatikan kenapa sebuah layout terasa nyaman dilihat, kenapa kombinasi warna tertentu terasa profesional, atau kenapa tombol call-to-action-nya gampang ditemukan. Kombinasikan beberapa referensi sekaligus, supaya hasil akhirnya tetap unik dan sesuai identitas bisnis kamu, bukan sekadar tiruan satu website tertentu.
Kalau Referensi Aja Belum Cukup
Kadang, sekalipun sudah punya banyak referensi, mengeksekusinya jadi website yang benar-benar jalan dengan baik itu hal berbeda. Kalau kamu butuh bantuan mewujudkan desain impian kamu jadi website yang benar-benar fungsional dan SEO-friendly, tim Serindit Creatives siap bantu dari tahap konsep sampai website kamu live. Yuk, konsultasikan kebutuhan desain website kamu dengan kami.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah semua tools di atas benar-benar gratis? Sebagian besar gratis sepenuhnya, tapi beberapa seperti Adobe Fonts dan fitur lanjutan Canva membutuhkan langganan untuk akses penuh.
Apakah boleh langsung meniru desain dari situs inspirasi ini? Sebaiknya tidak meniru persis. Gunakan sebagai referensi prinsip desain, lalu sesuaikan dengan identitas brand kamu sendiri.
Saya bukan desainer, apakah tools ini tetap berguna? Sangat berguna, terutama untuk memahami tren desain dan mengomunikasikan preferensi kamu dengan lebih jelas ke tim desain atau developer.
Font mana yang paling aman dipakai untuk website bisnis? Google Fonts adalah pilihan paling aman karena lisensinya jelas dan bisa dipakai bebas untuk keperluan komersial.
Apakah Figma sulit dipelajari untuk pemula? Tidak terlalu sulit, apalagi kalau kamu mulai dari template atau UI kit gratis yang sudah jadi, bukan dari kanvas kosong.

